Malam itu hujan di Jimbaran tak kunjung reda, padahal kami (rou, roni, david, ria, sylvester, yuni) harus menyelesaikan scene terakhir video amatir kami (yang disutradarai saya, david dan roni). Aaahhh..akhirnya saya bisa juga merilis film pertama..
Sembari menikmati rintikan hujan, kami wara-wiri di lobby Intercontinental. Script storyboard yang sudah kami tentukan sore itu, Jumat (27/01/2006), harus di-rewrite. Tapi hasilnya cukup lumayan untuk timeframe yang sangat singkat :D
Singkat cerita..akhirnya selesai juga scene adegan saya..
Saya pun berlari kecil meninggalkan lorong hotel dengan pandangan penuh waspada. Bagaimana tidak, untuk hotel sekelas itu lantainya licin sekali karena dipenuhi genangan hujan. Bukan kamarku yang kutuju. Aku mengemban misi. Harus malam itu.
Tak lama berselang, tiba juga aku ditempatnya. Dia pun terpana melihat kedatanganku yang tak dinyana. Sambil menyeka wajah yang dibasahi tetesan hujan dan keringat, aku pun mengutarakan maksud.
Dua jam berlalu, malam kelabu berubah menjadi syahdu. Kami pun bersatu dalam asa. Wish i could freeze that moment. Putihmu menyatu dengan peradu. Malam yang dingin namun kian membara. Hangat. Sehangat senyummu.
Intercontinental Bali 2212 28012006 0100 WIT
Pelangi pun membumbung jimbaran..tak ada lagi mendung menaungi..kini cinta bersemi kembali..
..suatu saat di kuta bali..