Saturday Nite Phobia
As always. Like the other sat. All alone. All by myself. Haven't found one.
Yet...
Awan gelap. Kelabu. Belum juga berlalu dari malam minggu. Letih. Sendiri. Hilang. Separuh nafas.
Teman pun berguguran. Menunaikan misi pribadi.
Masih juga di kantor. Malam minggu.
"Get a life," kata seorang teman. "I'm trying," sahutku.
Bergerak. Tak jua dapat.
Wait and see. Tetap saja sendiri.
Susahnya. Mencari padanan.
"Terlalu pemilih," ketus sahabat. "Buat apa, kalau tak pasti," balasku.
Sebenarnya. Inginku. Bisikkan. Dengan penuh makna.
"..i love you..i will always do..until my dying day.."
So.. Come what may..
Sampai tak tersisa. Tak tersiksa. Dari belenggu. Fobia gila ini.
Yet...
Awan gelap. Kelabu. Belum juga berlalu dari malam minggu. Letih. Sendiri. Hilang. Separuh nafas.
Teman pun berguguran. Menunaikan misi pribadi.
Masih juga di kantor. Malam minggu.
"Get a life," kata seorang teman. "I'm trying," sahutku.
Bergerak. Tak jua dapat.
Wait and see. Tetap saja sendiri.
Susahnya. Mencari padanan.
"Terlalu pemilih," ketus sahabat. "Buat apa, kalau tak pasti," balasku.
Sebenarnya. Inginku. Bisikkan. Dengan penuh makna.
"..i love you..i will always do..until my dying day.."
So.. Come what may..
Sampai tak tersisa. Tak tersiksa. Dari belenggu. Fobia gila ini.


0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home